URUT BERDASARKAN :

TENAGA



PUTARAN

BERBAHAN BAKAR BENSIN
G 160 F
5.5 HP
Putaran Cepat
G 200 F
6.5 HP
Putaran Cepat
G 200 F-C
6.5 HP
Putaran Lambat
LC 170 F-C
7 HP
Putaran Lambat
LC 170 F
7 HP
Putaran Cepat
G 270 F
9 HP
Putaran Cepat
LC 180 F
10 HP
Putaran Cepat
LC 180 F-C
10 HP
Putaran Lambat
G 390 F
13 HP
Putaran Cepat
LC 190 F
14 HP
Putaran Cepat
LC 190 F-D
14 HP
Putaran Lambat
LC 2V78 FD-1
22.5 HP
Putaran Cepat
BERBAHAN BAKAR GAS & BENSIN(DUAL)
G 200 F-D
6.5 HP
Putaran Cepat
LC 170 F-D
7 HP
Putaran Cepat
LC 170 F-C-D
7 HP
Putaran Lambat
LC 180 F-D
10 HP
Putaran Cepat
LC 180 F-C-D
10 HP
Putaran Lambat
LC 390 F-D
13 HP
Putaran Cepat
BERBAHAN BAKAR SOLAR
D 350 F
7 HP
Putaran Cepat
D 440 F
9 HP
Putaran Cepat

Mesin Serbaguna

Mesin serbaguna seringkali disebut demikian karena memiliki fungsi yang beragam. Mesin serbaguna umumnya digunakan sebagai Mesin penggerak utama beberapa mesin seperti kompresor udara, genset, pompa irigasi, alat konstruksi dan juga bahkan sebagai mesin penggerak alat transportasi seperti perahu Nelayan. Mesin serbaguna juga tersedia dalam beragam pilihan bahan bakar seperti mesin serbaguna bensin dan juga diesel. Untuk mencapai potensi penggunaan mesin serbaguna tersebut maka mesin serbaguna 4 langkah harus melewati 4 langkah terlebih dahulu:

  • Langkah pertama
    Langkah pertama yang harus dilalui oleh mesin serbaguna disebut sebagai langkah hisap (suction stroke), yang mana piston akan bergerak secara turun dari bagian TMA atau titik mati atas menuju TMB yaitu titik mati bawah. Hal ini kemudian akan menyebabkan intake valve berada dalam keadaan terbuka dan kemudian menghisap udara sehingga masuk pada ruang pembakaran yang disebut cylinder.

  • Langkah kedua
    Pada tahapan langkah yang satu ini ia seringkali disebut sebagai langkah kompresi atau compression stroke yang dilakukan dengan menggerakan piston untuk naik ke bagian atas dari TMB menuju TMA. Dalam tahap yang satu ini, intake valve serta ekhaust valve dibiarkan berada dalam keadaan tertutup, sedangkan udara dari dalam ruang untuk pembakaran justru dibuat mampat, hingga mencapai batas tekanan yang telah ditetapkan.

  • Langkah ketiga
    Langkah ini sering pula disebut sebagai langkah usaha atau expansion stroke. Pada tahapan ini pembakaran atau pun ledakan dari proses kompresi udara tadi serta pengabutan bahan yang terdapat di ruang pembakaran dibiarkan bergerak secara turun dari piston TMA menuju TMB. Sementara itu, untuk intake valve serta ekhaust valve justru dibiarkan berada dalam keadaan tertutup.

  • Langkah keempat
    Langkah keempat adalah langkah terakhir yang dilakukan oleh mesin penggerak. Langkah yang satu ini dikenal dengan sebutan langkah buang atau exhaust stroke dan dilakukan dengan cara menempatkan piston agar bergerak naik dari TMB menuju TMA. Pada langkah terakhir ini, bagian ekhaust valve dibiarkan secara terbuka, sedangkan untuk intake valve justru dibiarkan secara tertutup.
  • Selain penjelasan dari jenis mesin serbaguna di bagian atas tadi ada pula mesin serbaguna yang hanya memiliki 2 langkah saja, tetapi Loncin tidak menyediakan mesin serbaguna 2 tak.